Selasa, 06 Maret 2012

MA`RIFATULLOH

Jenis ma'rifatullah teragung ialah mengenal NYA melalui keindahan NYA. Ini juga termasuk ma'rifatullah paling sempurna, Sebagai jenis ma'rifatullah yang dimiliki orang-orang khusus yang memandang bahwa kesempurnaan, keagungan, dan keindahan... Allah Azza wa Jalla dalam seluruh shifat-shifat NYA yang tidak menyerupai sesuatu apa pun, sehingga andai seluruh makhluq ini berhimpun dalam bentuk paling indah lalu keindahan lahir mereka di gabung dengan keindahan batinnya, niscaya perpaduan keindahan terindah seluruh makhluq tersebut belum mencapai seperti cahaya lampu di tengah cahaya matahari.

Bukti keindahan Allah adanya keindahan lahir dan batin sesuatu, baik di dunia maupun di akhirat adalah pengaruh darinya. Bukti keindahan Allah bahwa DIA adalah pemilik seluruh kekuatan, Pemilik semua keperkasaan dan kedigjayaan, Pemilik segenap kemurahan, ihsan dan karunia serta segala ilmu. Seluruh gelap gulita menjadi terang karena nur wajah NYA.

"Aku berlindung dengan Nur wajah MU yang menerangi segala kegelapan dan dengannya maslahat didunia dan akhirat" [HR At Thobroni]

Dalam Al Qur'an Allah Berfirman,

"Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi......" [An Nuur :35]

Di antara asma' ul husna yang di miliki NYA adalah "Al Jamiil" atau "Yang Maha Indah",

"Sesungguhnya Allah itu indah, Mencintai keindahan" [HR Muslim, At Tirmidzi dan Ibnu Hibban]

Keindahan yang dimaksud Hadits tersebut adalah: Keindahan pada Dzat, Keindahan pada Shifat, Keindahan pada Af'al, dan Keindahan pada Asma'.

Keindahan pada Dzat tidak dapat diketahui dan dikenal oleh selain DIA. Makhluq hanya diberitahukan bahwa DIA adalah Indah yang ke Indahan NYA terhijab dengan kain NYA seperti yang dituturkan oleh Rosulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam dalam hadits yang berisi firman Allah,

"Kibriya (Kesombongan) adalah pakaian KU dan 'Azomah (Keagungan) ialah kain KU." [HR Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majjah]

Dengan demikian , Allah adalah Maha Besar, Maha Luhur, lagi Maha Agung. Ibnu 'Abbas berkata,: "Allah terhijaboleh Shifat-shifat NYA, Sedang Shifat-shifat NYA terhijab oleh Af'al NYA. Dila Af'al (Perbuatan) Allah begitu indah, Maka lebih-lebih keindahan dibalik hijab itu."

Inilah sebagian Ma'na-ma'na keindahan Allah dipahami. Dengan memahami keindahan Allah, berarti pengenalan seorang hamba meningkat dari mengenal Shifat-shifat NYA yang didahului dengan pengenalan twrhadap Af'al NYA. Jeladlah bahwa Allah Azza wa Jalla pemilik degala puji dan bahwa pujian terhadao NYA tidak dapat dihitung oleh makhluq NYA. Pujian terhadap Diri NYA adalah seperti apa yang DIA dipujikan terhadap NYA. DIAlah yang berhak didembah dan di Ibadahi karena Dzat NYA, dan disukuri karena Dzat NYA. IA mencintai Diri NYA dan memuji Diri NYA. Cinta NYA akan diri NYA, pujian NYA akan Diri NYA, dan pengEsaan NYA terhadap Diri NYA sebenarnya adalah pujian, cinta dan tauhid. Sebagai mana Diri NYA dicintai, maka Shifat-shifat dan perbuatan NYA pun dicintai karena seluruh perbuatan NYA baik, terpuji dan dicintai sekalipun bekas, jejak atau pengaruh dari perbuatan NYA itu ada yang membenci, tetapi perbuatan NYA itu sendiri baik dan dicintai serta tidak dibenci. Maka dengan demikian tidak ada di alam wujud ini, sesuatu yang dicintai karena Dzatnya dan di puji karena Dzatnya selain hanya Allah Azza wa Jalla. Bila ada sesuatu yang dicintai, maka kecintaan tersebut sah kalau ia bersumber dari cinta kepada NYA. Kalau tidak bersumber dari cinta kepada NYA, maka cinta kepada selain NYA adalah Bathil.

Inilah hakikat ke Ilahiyyahan. hanya DIA, Illah yang haq dicintai karena Dzat NYA, lebih-lebih jika ditambah dengan ihsan, nikmat, pemberian ma'af dan rohmat kasih sayang NYA. Oleh karena itu, si hamba harus mengimani bahwa tidak ada Illah selain Allah. ia meyakini bahwa hanya Allah saja yang memberi nikmat dan berbuat ihsan dengan aneka ragam karunia dan nikmat, baik lahir maupun bathin sehingga DIA wajib dicintai dan dipuji karena ihsan dan nikmat-nikmat NYA itu, selain DIA pun dicintai dan dipuji karena Dzat NYA.

Karena Allah tidak serupa dengan sesuatu apapun, maka kecintaan kepada NYA pun berbeda dengan kecintaan kepada selain NYA. Cinta kepada NYA harus disertai dengan ketundukan yang tercermin dalam bentuk 'Ibadah kepada NYA sebagai tujuan diciptakannya makhluq. Itulah puncak kecintaan yang hanya patut untuk Allah Azza wa Jalla. Menyekutukan NYA dengan sesuatu adalah dosa yang tidak diampuni.

Adapun keindahan Shifat NYa ialah bahwa semua Shifat NYA adalah Shifat-shifat sempurna, keindahan pada Asma' NYA ialah nama-nama NYA begitu indah. Sedangkan keindahan pada perbuatan NYA, yakni seluruh perbuatan NYA merupakan kumpulan hikmah, kemaslahatan, keadilan, dan rohmat kasih sayang.

Sesungguhnya Allah Maha Indah, mencintai keindahan mencakup semua keindahan secara umum. seperti keumuman kata-kata "bagus" dan "baik" pada hadits berikut:

"Sesungguhnya Allah itu baik/bagus, DIA tidak menerima kecuali yang baik/bagus." [HR Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad]

Rosulullah Shollallahu 'Alaihi wa Salam bersabda:

"Sesungguhnya Allah senang untuk melihat dampak ni;mat NYA atas hamba NYA." [HR Tirmidzi, Hakim]

Allah menyenangi seorang hamba yang memperlihatkan ni'mat NYA sebagai sesuatu keindahan yang disukai NYA, Karena perbuatan hamba tersebut merupakan ungkapan syukur atasnya.

[Al Fawaa'id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah]
Lihat Selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar