Senin, 22 Juli 2013

8 Tanda –Tanda Kehamilan Anak Kembar

Walaupun anda tidak merencanakan kehamilan anak kembar, anda tentu tetap akan sangat senang bila tiba-tiba dokter memberitahukan kepada anda bahwa ada 2 janin di dalam rahim anda. Bisa anda bayangkan kelahiran dua bayi lucu dan sehat, dua orang sekaligus tentu akan membuat setiap orang tua begitu bahagia.
Bila anda justru mengharapkan kelahiran anak kembar, karena memang ada keturunan yang kembar di keluarga besar anda, maka ini akan menjadi berita baik sekaligus membahagiakan. Tanpa harus konfirmasi dari dokter ciri-ciri berikut ini dapat anda temukan jika anda sedang mengandung bayi kembar di dalam rahim anda.

8 Tanda –Tanda Kehamilan Anak Kembar.

1. Tingkat kepekaan wanita begitu kuat, anda mungkin dapat merasakan bahwa ada 2 janin dalah rahim anda. Kebanyakan ibu yang mengandung bayi kembar mereka sudah tahu sejak awal jika mereka akan melahirkan 2 orang bayi.
2. Anda akan mengalami morning sickness atau mual muntah yang berlebihan. Kadar hormon hCG (huma Chorionic Gonadoptrin) pada air seni akan mengingkat jika memang anda sedang hamil anak kembar. Hormon hCG ini dibutuhkan untuk menjaga kehamilan hingga plasenta tumbuh dan berkembang. Keberadaan hormon hCG dapat diketahui melalui urine atau darah bahkan sebelum menstruasi sebagai tanda-tanda kehamilan anda berhenti. Jika kehamilan anak tunggal, seringkali konsentrasi hormon hCG cepat meningkat dalam minggu pertama, dan berlipat ganda setiap 2 atau 3 hari. Oleh karena itu, kadar hormon hCG tersebut dapat meningkat jika terjadi kehamilan kembar dan membuat para ibu mengalami mual muntah (ngidam) yang lebih parah dari biasanya.
3. Tanda-tanda kehamilan yang lainnya pun lebih besar. Meskipun tidak semua mengalaminya, kebanyakan wanita yang hamil anak kembar punya tanda-tanda kehamilan yang lebih intens. Misalnya, payudara akan terasa lebih besar, lapar sepanjang waktu, sering buang air kecil, dan mudah lelah. Kadang anda mungkin akan kesulitan bernafas dalam trimester ke-2, edema (tangan dan kaki bngkak), pembesaran rahim dan berat badan bertambah secara tidak normal, serta gerakan yang kuat pada janin. Kekurangan zat besi ataupun enemia juga sering terjadi pada beberapa wanita yang hamil anak kembar.
4. Berat badan yang meningkat secara cepat pada trimester pertama ini dapat menjadi tanda-tanda kehamilan pertama bahwa anda memang senang mengandung lebih dari 1 janin. Jika pola makan anda baik, anda jangan khawatir. Sebuah penelitian menekankan pentingnya penambahan berat badan pada fase awal kehamilan anak kembar, karena penambahan berat badan di 2 trimester pertama terbukti mempunyai pengaruh signifikan bagi berat lahir pada bayi.
5. Mungkin anda akan dikabarkan bahwa rahim anda akan terus membesar pada pemeriksaan pertama. Bila siklus menstruasi terakhir anda sudah memasuki kehamilan delapan minggu, mungkin rahim anda akan terasa telah berusia 10 sampai 12 minggu. Namun tentu saja hal ini harus tetap dibuktikan melalui pemesiksaan USG. Jika anda ternyata mengandung dua bayi begitu kehamilan berlanjut, ukuran rahim akan semakin besar seiring usia kehamilan secara konsisten. Rahim yang terdapat 1 janin di dalamnya ukuran bisa mencapai 38×40 cm, sementara jika hamil kembar akan mencapai hingga 48cm.
6. Anda juga akan memperoleh informasi mengenai kadar alpha fetoprotein (AFP) anda sedang meningkat. Kadar AFP ini meningkat bila ada lebih dari satu janin dan ditemukan dalam darah ibu ketika bayi mengalami pertumbuhan.
7. Dokter dapat mendengarkan 2 detak jantung secara terpisah, ini dapat dibuktikan hingga usia kehamilan 12 minggu. Dan sekitar usia 28 minggu, besar kemungkinan membedakan 2 kepala janin menggunakan USG.
8. Setelah dibuktikan melalui pemeriksaan USG bahwa anda positif dan anda memang sedang mengandung janin kembar. 2 detak jantung dan duan embrio yang kuat bisa dilihat pada usia kehamilan 6 minggu sejak hari pertam haid terakhir anda. Ada banyak juga janin kembar yang sudah bisa didiagnosa di usia kehamilan 5 minggu, atau sekitar satu minggu anda terlambat mesntruasi.

Serba serbi kehamilan, mitos bayi dan balita dari ahlinya dr Rosdiana Ramli, SpOG kilk di ===> http://goo.gl/sKK1x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar